Saturday, September 20, 2014

Pernikahan

 

Pernikahan, sejauh apa yang kita ketahui dari hal tersebut, dan benarkah hal itu hanya didasari oleh sebuah kecocokan semata? Seumpamanya seperti ini, jika salah satunya suka musik dan yang lainnya juga menyukai hal yang sama. Apakah ini sudah merupakan suatu kecocokan. Ataukah kecocokan tersebut seperti sepasang sepatu yang mempunyai dua sisi berbeda kiri dan kanan?

Pernikahan bukan hanya tentang kesamaan dua insan manusai. Jauh daripada itu, pernikahan lebih kepada penyatuan dua hal yang berbeda untuk mencapai satu tujuan.

Lalu apakah kesamaan minat dan latar belakang bukan jaminan segalanya akan lancar? Pernikahan jauh lebih kompleks dari pada itu, ia adalah sebuah proses  pendewasaan. Untuk menempuhnya diperlukan hati yang kuat dan berani menghadapi segala macam rintangan dan cobaan dalam menemukan jalan keluar.

Dalam ikatan pernikahan, harus ada kebesaran hati, jalinan komunikasi, kerelaan terhadap kritik, kesedian mengalah, berani meminta maaf’, keiklasan melupakan kesalahan, dan Keberanian mengemukakan pendapat.

Ingatlah, bahwa sebuah pernikahan itu bukanlah upacara yang megah dari sebuah bukti cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan. Pernikahan jauh lebih berharga dari itu semua.

Pernikahan merupakan keberanian untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil.  Pernikahan  adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga.

Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran yang sama.

Pernikahan adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana bisa memahami oranglain? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana bisa memperhatikan pasangan hidup?

Pernikahan sangat membutuhkan keberanian setinggi langit, toleransi sedalam samudra, serta jiwa yang sangat besar untuk Menerima dan Memaafkan pasangan anda. Karena hidup yang akan kalian jalani, bukanlah pada saat perkenalan sampai kepernikahan. Tapi, ketika ikrar janji suci itu telah diucapkan.

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : spicaku.blogspot.com )

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.