Saturday, April 19, 2014

Sebarlah Kebaikan

 

Dalam sebuah kontes pemilihan hasil panen jagung terbaik, ada seorang petani yang selalu memenangkan perlombaan. Hal ini membuat seorang wartawan tertarik untuk mengetahui rahasia sukses dibalik setiap kemenangannya. Maka wartawan tersebut menghampiri si petani, “Kalau boleh tahu, apa rahasia bapak selama ini, sehingga buah jagung bapak selalu menjadi yang terbaik?” tanya sang wartawan.

Dengan tersenyum petani itu menjawab, “Sesungguhnya saya tidak memilki trik khusus, semuanya biasa-biasa saja. Saya hanya selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaik yang saya punya kepada para tetangga di sekitar perkebunan saya”.

Lalu si wartawan kembali bertanya, “Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga Anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?”

“Anda benar, tapi tak tahukah anda?,” jawab petani itu. Lalu ia kembali melanjutkan, “Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus memberikan kepada tetangga saya jagung yang baik pula, sehingga serbuk sari yang diterbangkan angin dari ladang mereka tentunya juga baik“.

Mendengar jawaban si petani, wartawan itu pun tersenyum dan berkata, “Terimakasih pak, anda sungguh luar biasa, anda sangat pantas untuk menjadi juaranya”. Setelah menjabat tangan si petani wartawan itu pun pergi.

Kawan, inilah hidup. Saling berbagi dan memberi kebaikan kepada orang lain bukanlah suatu hal yang akan merugikan kita, justru itu seumpa menanam benih kebaikan yang akan menumbuhkan beribu-ribu kebaikan pula. Dan berhentilah mementingkan diri sendiri, karena apa yang kita raih tergantung dari apa yang kita semai di sekitar kita.

“Ilmu yang tidak diamalkan, laksana pohon yang tidak berbuah”, maka jadilah orang yang berguna bagi orang lain karena “Barang siapa menanam, makai ia yang akan menuai”.

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : spicaku.blogspot.com )

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.