Thursday, October 2, 2014

Galeri Dan Sang Pengemis

Ada seorang pria remaja anak seorang yang sangat kaya di daerah tempat tinggalnya. Setiap kali anak ini berangkat sekolah dan melewati perempatan jalan, ia selalu bertemu dengan seorang pengemis dan mereka memiliki persahabatan yang baik. Setiap kali anak ini pergi sekolah selalu ada saja sesuatu yang diberikan kepada pengemis itu, entah itu roti, makanan dibungkus, pakaian bahkan tidak jarang ia memberi uang kepada pengemis itu.

Suatu kali pengemis itu heran karena beberapa minggu anak itu tidak  kelihatan. Kemudian pengemis itu mendatangi rumah anak itu, dan ketika tiba di rumah itu ada seorang bapak yang sedang duduk di teras rumah,  dan pengemis itu bertanya: “Permisi pak, apa ini betul rumah anak yang bernama ….? “Betul” kata bapak itu, “Anda siapa?” tanyanya  kepada pengemis itu. Kemudian pengemis itu menceritakan mengenai semua kebaikan anak itu kepadanya, dan pengemis itu berkata “saya belum pernah bertemu orang sebaik anak bapak, sekarang anak itu dimana ya pak?.” Terdiam sejenak, kemudian bapak pemilik rumah itu mengajak pengemis itu masuk ke dalam rumah, dan begitu mereka masuk pengemis itu melihat ternyata bagian depan rumah itu adalah sebuah galeri seni dengan barang-barang seni yang bernilai tinggi dan sangat mahal.

“Anak saya telah meninggal beberapa hari lalu, setelah beberapa hari sakit,” kata pemilik rumah itu. Mendengar itu sang pengemis sangat sedih, dan bertanya: “bolehkah saya melukis wajah anak bapak dengan peralatan disini? Kebetulan saya senang melukis.” “Oh tentu saja boleh, silahkan!” Setelah pengemis itu selesai melukis, ayah anak tersebut begitu kaget karena lukisan itu begitu indah dan betul-betul mirip dengan wajah anaknya. “Wah Anda ternyata sangat pandai melukis,” katanya. Kemudian sang pengemis itu bertanya: “bolehkah lukisan ini di pajang disini?.” “Oh tentu saja! Dan saya akan memberi bingkai terbagus untuk lukisan anak saya ini dan saya juga akan letakan tepat di tengah dinding menghadap pintu masuk.” Jawab bapak itu.

Beberapa tahun kemudian, sang pengemis dikagetkan oleh ramainya orang-orang dengan berpakaian rapih dan berjas serta mobil-mobil mewah memenuhi area rumah orang kaya tersebut. Ia bertanya pada orang disana, ada apa? Ternyata pemilik rumah itu telah meninggal dan akan melelang seluruh rumah dan galeri, pengemis itu pun berdiri tepat di sisi pagar dan lelang itu berlangsung dihalaman rumah itu.

Kemudian berdirilah seorang pengacara yang memulai lelang itu dan berkata “Saudara-saudara sekalian, lelang ini akan saya mulai dengan membaca 2 surat wasiat dari pemilik galeri ini. “Pertama: “barang yang pertama kali harus dilelang adalah lukisan anak saya.” Mendengar wasiat itu, semua orang yang hadir tidak berespon dan tidak berminat sama sekali membeli lukisan itu. Tiba-tiba ada seorang yang berteriak dari luar, “Saya mau membeli lukisan itu, tetapi hanya dengan beberapa uang disaku saya, bolehkah?” Mendengar itu seorang pembeli mengatakan “berikan saja padanya, nanti saya bisa naikkan harga untuk barang yang lain” dan  akhirnya lukisan itu menjadi milik pengemis itu dan betapa senangnya ia  memilikinya.

Selanjutnya pengacara tersebut berkata, “Mari kita lanjutkan,  sekarang saya akan membacakan wasiat yang kedua, ” dan dengan suara nyaring ia membacakan: “Barangsiapa membeli lukisan anak saya, Ia berhak memiliki seluruh galeri dan rumah ini.” Sontak semua orang terkaget-kaget dan kecewa karena tidak mau membeli lukisan anak itu, dan akhirnya seluruh galeri beserta rumah itu diserahkan kepada pengemis tersebut.

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

(Sumber : inspirasijiwa.com)

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.