Tuesday, October 21, 2014

Arti Sebuah Perkawinan

Ketika menjemput teman di bandara sore tadi, tak sengaja saya mendapat pelajaran berharga arti sebuah perkawinan. Di ruang kedatangan, seorang pria paruh baya menenteng koper dan tas kecil tergopoh menjemput keluarga yang dating menjemputnya.

Sambil berjongkok ia memeluk anaknya yang kecil, perempuan usia lima tahun. Dari hangatnya pelukan erat anak-bapak ini tercermin betapa masing-masing amat rindu. “Apa kabar Dik? Papa kangen sekali sama kamu.” Sang anak tersipu-sipu, Adik juga kangen Pa.” Kemudian ia memandang si sulung. Bocah lelaki usia 10 tahun. “Wah, nak kamu  sudah besar sekarang, papa sayang sekali sama kamu” ujarnya sambil merangkulnya dengan erat dan kemudian menciuminya. Mereka saling mengelus kepala. Adegan selanjutnya, adalah tatapan yang tajam dari si pria kepada isterinya, selama beberapa detik ia menatap tajam mata isterinya, saling tersenyum dan berpegangan tangan dan kemudian ia berkata “aku rindu sekali padamu, aku sangat mengasihimu, kemudian ia memberikan ciuman kasih terhadap ibu kedua anaknya, dengan berpelukan agak lama ia menciumi isterinya layaknya pengantin baru.

Rasa iri terbersit di hati melihat adegan tersebut dan saya tidak tahan untuk tidak bertanya.

“Sudah berapa tahun usia perkawinan Anda,” tanya saya kepada si pria.

“Kami sudah menikah selama 17 tahun,” jawabnya tanpa melepaskan gandengan tangan istrinya.

“Omong-omong, Anda pergi berapa lama sih?” “Dua hari,” jawabnya singkat.

Saya terkejut mendengar jawaban itu. Betapa tidak, melihat kerinduan masing-masing dalam penyambutan mesra itu, saya pikir pria tadi sudah meninggalkan keluarganya selama  berbulan-bulan.

“Mengapa Anda tanyakan hal itu,” tanya si pria melihat wajah saya termangu.

“Well, semoga saya bisa seperti Anda dan memiliki cinta kasih serta kerinduan yang besar satu sama lain.” Semoga perkawinanku akan semesra ini setelah pernikahan kami yang keduabelas.

Kemudian si pria itu menatap langsung kemataku dengan serius seolah-olah menembus dadaku dan ia mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut “Jangan hanya berharap. Pastikan bahwa engkau akan melakukannya! Kemudian ia menjabat tanganku dengan erat sambil berkata “Tuhan besertamu”. (Michael Hargrove).

Kelanggengan dan keberhasilan sebuah keluarga adalah karena faktor kehadiran cinta yang besar dan komitmen yang besar. Hadirnya kasih dan komitmen yang besar membutuhkan usaha yang besar dari semua pihak dalam keluarga terutama orangtua. Pastikan bahwa Anda melakukan tindakan-tindakan yang bermakna bagi kehidupan keluarga Anda dan Anda menjadi saluran kasih yang besar untuk mereka. Salam Sukses!

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

(Sumber : inspirasijiwa.com)

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.