Thursday, October 23, 2014

Surat Kecil Untuk Tuhan

Sebuah puisi terakhir gadis penderita kanker.. yang ditulis diakhir kehidupan terakhirnya..


Surat Kecil Untuk Tuhan

Tuhan…

Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.

Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu

Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu

Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.

Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
kepada siapapun yang mengenalku..

Tuhan ..
Surat kecil-ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…

Ke dunia yang Kau berikan padaku..

In memorial,
Gita Sesa Wanda Cantika.
19/06/91 – 25/12/06

Itulah puisi yang ditulis seorang remaja penderita kanker Rabdomiosarkoma atau kanker jaringan lunak. Sebuah kanker ganas yang menyerang pada bagian wajah seorang gadis remaja bernama Gita Sesa Wanda Cantika.

Umurnya masih 13 tahun saat dokter mengatakan kepada ayahnya bahwa putrinya hanya dapat bertahan selama lima hari bila tidak melakukan operasi segera.

Hati ayah mana yang tidak hancur ketika tahu jalannya operasi itu harus membuat sang putri kehilangan sebagian wajahnya. Sedangkan sang putri mulai bertanya mengapa diwajahnya mulai tumbuh gumpalan sebesar buah kelapa. Tak ingin melukai hati anaknya, sang ayah berserta keluarga merahasiakan kanker itu pada Keke, panggilan gadis remaja aktif dengan sejuta prestasi model dan tarik suara.

Namun perlahan Keke mulai menyadari dirinya bukan sakit biasa, ia sadar hidupnya tak mungkin akan bertahan lama dengan pandangan mata yang mulai buta oleh kanker.
Walau akhirnya ia tahu ia terserang kanker ganas, ia pasrah dan tidak marah pada siapapun yang merahasiakan penyakit maut itu padanya.

Ia memberikan senyum kepada siapapun dan menunjukkan perjuangannya bahwa dengan kanker diwajahnya ia masih mampu berprestasi dan hidup normal di bangku sekolah. ia rela berpisah dengan kekasihnya agar tidak ada yang bersedih saat dia pergi, dengan tanpa air mata, ia jalanin hidupnya dengan keadaan sulit, tetap pergi ke sekolah seperti biasanya, bertahan terhadap hinaan orang-orang yang melihat wajahnya seperti monster. dan pada akhirnya Tuhan menunjukkan kebesaran hati dengan memberikan nafas panjang padanya untuk lepas dari kanker itu sesaat.

Perjuangan Keke melawan kanker membuahkan hasil, Kebesaran Tuhan membuatnya dapat bersama dengan keluarga serta sahabat yang ia cintai lebih lama ketika ia dikatakan sembuh secara ajaib.

Namun kanker itu hanya sesaat hilang dalam hidupnya, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya dan bermimpi untuk duduk di bangku sma, kanker kembali setelah sebuah pesta kebahagiaan sesaat. dan untuk kedua kalinya keke harus melawan kanker itu, walaupun ia sadar hidupnya tidak mungkin akan kembali lagi. ia hanya memiliki satu impian untuk terus berjuang hingga ia bisa duduk di bangku Sma. dengan keadaan tak memungkinan untuk menulis dan melihat karena kanker di wajahnya. ia berjuang menuju ujian terakhirnya di dunia, sebuah ujian kenaikan kelas. dengan berlimpah darah yang menetes dari hidungnya, keke berjuang hingga akhirnya selesai di ujian akhir.

Keke sadar napasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernapas lebih lama dari vonis lima hari sampai dapat bertahan hingga tiga tahun lamanya.

Ia tau, sulit baginya bisa bertahan untuk tetap bersekolah, tapi akhirnya Tuhan mendengarkan semua harapannya. ujian yang sulit ia lalui dan berhasil mendapatkan posisi tertinggi di sekolahnya. Tekadnya sekuat baja sampai – sampai ibu Megawati memberikan penghargaaan khusus padanya sebagai siswa teladan.

Tapi…Tuhan mempunyai rencana lain dalam diri gadis itu. Membebaskannya dari rasa sakit yang dideritanya. Dan akhirnya, setelah 3 tahun lamanya ia berperang melawan ganasnya kanker, Tuhan datang menjemputnya.

Di napasnya terakhir ia menuliskan sebuah surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati, yang berharap tidak ada air mata lagi di dunia ini, berharap apa yang terjadi padanya tidak terjadi pada orang lain.

Kisah yang menyentuh ini merupakan sebuah inspirasi kehidupan. Bagaimana seorang gadis kecil mampu berjuang dengan begitu hebatnya, hingga di detik – detik kematiannya…

Kisah perjuangan Keke ini telah di di buat dalam bentuk Novel dan film yang berjudul ” SURAT KECIL UNTUK TUHAN”.

( SUMBER: “SURAT KECIL UNTUK TUHAN” – AGNES DENOVAR )

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.